Rahmat Jatuh, Pantaskah Mengeluh?

Hujan merupakan rahmat yang Allah berikan pada bumi melalui tetesan-tetesan air yang jatuh ke bumi. Allah banyak menyebutkan pada Al-Qur’an bahwa nikmat dan rahmatNya turun bersama dengan hujan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ ۚ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” [Surat asy-Syura: 28]

Waktu hujan juga merupakan waktu diijabahnya doa. Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

‘Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan: [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.’” (Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) [1]

Maka dari itu, ketika hujan turun, sudah seharusnya kita bersyukur. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى نَاشِئاً فِي أُفُقٍ مِنْ آفَاِق السَمَاءِ، تَرَكَ عَمَلَهُ- وَإِنْ كَانَ فِي صَلَاةٍ- ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْهِ؛ فَإِنْ كَشَفَهُ اللهُ حَمِدَ اللهَ، وَإِنْ مَطَرَتْ قَالَ: “اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً”

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melihat awan (yang belum berkumpul sempurna, pen) di salah satu ufuk langit, beliau meninggalkan aktivitasnya — meskipun dalam shalat — kemudian beliau kembali melakukannya lagi (jika hujan sudah selesai, pen). Ketika awan tadi telah hilang, beliau memuji Allah. Namun, jika turun hujan, beliau mengucapkan, ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’ [Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagi hujan yang bermanfaat].” [2]

Maka tidak sepantasnya kita untuk mencela hujan, salah satunya dengan mengatakan, “Yah.. hujan lagi.”

Hendaklah kita belomba-lomba melakukan kebaikan pada musim penghujan ini dengan bersyukur dan berdoa ketika turun hujan.

Jangan lupa membawa payung sebelum hujan!

Barakallahu fiikum

Penulis: Ummu Dzaki
Mahasiswi FTSL ITB

Artikel PanduanMuslimah.com

Muraja’ah: Ustadz Dr. Andy Octavian Latief, M.Sc.

Referensi:
[1] Shohihul-Jaami’, no. 1026.
[2] Adabul Mufrod, no. 686, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani.
https://rumaysho.com/671-beberapa-amalan-ketika-turun-hujan.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *