Mengapa Harus Mengimani Al-Qur’an?

Semua manusia ingin bahagia, inilah tujuan hidup kita. Banyaknya orang yang menyangka, bahwa kebahagiaan dapat diraih dengan harta. Namun, pada hakikatnya kebahagiaan seorang mukmin yang sesungguhnya yakni tatkala ia merasa nyaman ketika dekat dengan kalamullah yaitu Al-Qur’anul-Karim. Sehingga, wajib bagi kita untuk mengimani kitab-kitab yang diturunkan. Bagaimana cara kita meraih kebahagiaan tersebut, kebahagiaan yang hakiki? Mari perhatikan point-point penting yang harus kita ketahui.

Berikut point-point penting dalam mengimani Al-Qur’an:

1) Wajib mengimani bahwa semua kitab-kitab suci turun dari Allah ﷻ.

2) Wajib mengimani bahwa semua kitab suci itu adalah kalamullah, bukan makhluk. Syaikh Abu ‘Utsman ash-Shabuni (wafat th. 449 H) rahimahullah berkata, “Ahlus Sunnah bersaksi dan berkeyakinan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah, kitab, firman dan wahyu yang diturunkan-Nya, bukan makhluk. Barangsiapa yang menyatakan dan berkeyakinan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, maka ia kafir menurut pandangan mereka (Ahlus Sunnah). Al-Qur’an merupakan wahyu dan kalamullah yang diturunkan oleh Allah melalui perantaraan Malaikat Jibril ‘alaihis-salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan bahasa Arab, untuk orang-orang yang berilmu, sebagai peringatan sekaligus kabar gembira.

3) Wajib mengimani bahwa hanya Al-Qur’an yang wajib dijaga sampai hari kiamat.

4) Wajib mengimani bahwa Al-Qur’an menghapus kitab-kitab suci sebelumnya, menghapus syariat yang datang sebelumnya serta sekaligus sebagai penjaga kitab suci sebelumnya. Apabila telah jelas dalam Al-Qur’an terhadap kebenaran, maka wajib dibenarkan. Begitu pun sebaliknya, apabila didustakan dalam Al-Qur’an, maka wajib didustakan.

5) Wajib mengimani Al-Qur’an seluruhnya (berupa perintah dan larangan), meyakini tidak ada dalam Al-Qur’an sedikitpun kebathilan.

6) Wajib mengimani Al-Qur’an, bahwa kelak di akhir zaman Al-Qur’an akan di angkat oleh Allah ﷻ dari mushaf-mushaf dan dada-dada manusia.

7) Wajib menjaga adab terhadap Al-Qur’an, dengan memuliakannya sehingga haram menghinakannya. Sangat dianjurkan membaca di atas kesucian yakni dengan berwudhu terlebih dahulu. Mempelajari serta mentadabburi Al-Qur’an serta meraih ketenangan, kenikmatan serta hidayah melalui al-Qur’anul-Kariim. Sehingga bersihnya hati seseorang yang senantiasa senang dekat dengan Al-Qur’an.

Siapa saja yang yang dekat dengan Al-Qur’an, baik dengan membacanya, mempelajarinya serta yang utama dengan mentadabburinya yakni mengkaji syariat Islam, akan bisa menyimpulkan bahwa kebahagiaan yang hakiki dapat dicapai juga dengan cara mengaplikasikan penghambaan diri kepada Allah ﷻ. Sehingga ia berhasil menjadi hamba Allah ﷻ dengan kebahagiaan yang hakiki.

Sementara itu, adanya sarana menuju kebahagiaan yang telah disediakan oleh Allah ﷻ berupa jalan penghambaan. Tujuan dari penghambaan tersebut, dengan diciptakannya manusia dan jin. Allah ﷻ menekankan esensi atau hakikat penciptaan dua makhluk-Nya tersebut di muka bumi, dalam firman-Nya:

وَما خَلَقتُ الجِنَّ وَالإِنسَ إِلّا لِيَعبُدونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku.” [QS. Adz-Dzariyat: 56]

Sebaliknya, seseorang yang berpaling dari penghambaan diri kepada Allah ﷻ, merupakan manusia yang sengsara. Allah ﷻ berfirman,

وَمَن أَعرَضَ عَن ذِكرى فَإِنَّ لَهُ مَعيشَةً ضَنكًا وَنَحشُرُهُ يَومَ القِيـٰمَةِ أَعمىٰ

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” [QS. Thaha: 124]

Allah ﷻ juga berfirman:

وَمَن يُعرِض عَن ذِكرِ رَبِّهِ يَسلُكهُ عَذابًا صَعَدًا

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Rabbnya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.” [QS. Al-Jin: 17]

Sebab ‘ubudiyyah itulah — istilah syar’i untuk penghambaan — Allah ﷻ menegakkan langit, serta karena itu pula bumi dibentangkan. Sehingga, melalui penghambaan diri ini kitab-kitab diturunkan serta para rasul diutus-Nya.

Allah ﷻ berfirman:

لَقَد أَرسَلنا رُسُلَنا بِالبَيِّنـٰتِ وَأَنزَلنا مَعَهُمُ الكِتـٰبَ وَالميزانَ لِيَقومَ النّاسُ بِالقِسطِ ۖ وَأَنزَلنَا الحَديدَ فيهِ بَأسٌ شَديدٌ وَمَنـٰفِعُ لِلنّاسِ وَلِيَعلَمَ اللَّـهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالغَيبِ ۚ إِنَّ اللَّـهَ قَوِىٌّ عَزيزٌ

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka menggunakan besi itu) dan agar Allah ﷻ mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan Rasul-rasulNya padahal tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.” [QS. Al-Hadid: 25]

Saudaraku, demikianlah sedikit yang dapat kami sampaikan sebagai dorongan kuat bagi kita semua untuk meraih kebahagiaan yang hakiki, dengan menjadi hamba Allah ﷻ sebagaimana tujuan kita semua diciptakan. Semoga Allah ﷻ memberikan keteguhan dalam ketaatan menjalankan syariat-Nya, hingga kelak kematian menjemput kita dalam keadaan beragama islam. Kemudahan dalam mengajak orang-orang disekitar kita untuk sabar meniti jalan yang lurus ini. Aamiin Yaa Rabbal-’alamiin.

[Diringkas dari penjelasan “Mujmal Ushuul Ahlissunnah Wal Jamaah Fil ‘Aqidah” Karya Syaikh Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-‘Aql hafizhahullah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badru Salam hafizhahullah, serta beberapa sumber lainnya yang telah dicantumkan dalam artikel ini]

Penulis: Ummu Nufus
Mahasiswi FPTK UPI

Artikel PanduanMuslimah.com

Muraja’ah: Ustadz Dr. Andy Octavian Latief, M.Sc.

Referensi:

(i) Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 2012. Iman Kepada Kitab-Kitab. Ahlus Sunnah Mengimani Bahwa Al-Qur’anul Karim Adalah Kalamullah. Website almanhaj.or.id https://almanhaj.or.id/3225-iman-kepada-kitab-kitab-ahlus-sunnah-mengimani-bahwa-al-qur-anul-karim-adalah-kalamullah.html

(ii) Untukmu Yang Berjiwa Hanif, karya Armen Halim Naro dengan sedikit tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *