Kisah di Balik Hadits Jibril: Rukun Islam

Sebagai seorang muslimah, tentunya kita memiliki kewajiban berupa ketaatan kepada Allah dengan melaksanakan rukun-rukun Islam. Jangan sampai kita mengakui bahwa diri kita beragama Islam tapi tidak melaksanakan seluruh amalan yang ada di dalam rukun Islam. Apa saja rukun-rukun Islam? Berikut ini dalil yang menjelaskan rukun Islam.

Dari Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ.

“Ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari, tiba-tiba tampak di hadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meletakkan tangannya di atas pahanya.

وَقاَلَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الإِسْلاَمِ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ البَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً.

Selanjutnya ia berkata, “Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Islam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.” [HR. Muslim, no. 8] Hadits ini masih berlanjut.

Dari paparan hadist tersebut terdapat banyak kisah dan hikmah yang dapat kita ambil.

Menarik Perhatian

Dimulai dari datangnya seorang laki-laki dengan ciri-ciri berpakaian putih, berambut hitam, dan tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas safar adalah untuk menarik perhatian para sahabat akan sosok yang datang tersebut.

Adab Penuntut Ilmu

  1. Sosok tersebut ternyata adalah Malaikat Jibril ‘alaihis-salam yang datang dalam bentuk manusia atas izin Allah untuk memberikan pengajaran bagi para sahabat. Duduknya Malaikat Jibril ‘alaihis-salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan sebuah adab murid pada gurunya, yaitu ketika murid hendak bertanya kepada gurunya maka ia harus menghampiri guru tersebut bukan guru yang menghampiri muridnya.
  2. Di antara adab para sahabat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah mereka tidak bertanya langsung sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu.
  3. Adab seorang muslim adalah tidak berkata sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya.

Memberikan Pengajaran

Malaikat Jibril ‘alaihis-salam tidak bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perkara yang tidak dia ketahui hukumnya. Tetapi sebenarnya dia mengetahui jawabannya, namun bertanya kembali agar para sahabat mendengar dan mengetahui jawaban dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah yang dimakud Malaikat Jibril ‘alaihis-salam memberikan pengajaran kepada para sahabat.

Pengertian Islam

Jibril ‘alaihis-salam bertanya mengenai apa itu Islam dan dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan 5 rukun islam. Hadits ini merupakan dalil mengenai 5 rukun islam yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji bagi yang mampu.

Hal pertama yang ditanyakan oleh Malaikat Jibril ‘alaihis-salam adalah mengenai rukun Islam, karena rukun Islam merupakan amalan zhahir yaitu terlihat oleh mata sedangkan iman merupakan hal yang ghaib. Iman dan Islam jika bersatu memiliki makna yang berbeda yaitu amalan zhahir dan amalan batin, sedangkan jika disebutkan terpisah maka maknanya sama dan berhubungan satu sama lain.

Faidah yang dapat diambil dari hadits tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Hadist ini menjelaskan akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia, yaitu saat bergaul dengan para sahabat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mempunyai sekat dengan para sahabat. Akhlak ini menunjukkan tawadhu’ (rendah hati) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yang tawadhu’ itu akan semakin mulia.
  2. Allah memberikan kemampuan merubah bentuk kepada sebagian makhlukNya.
  3. Hadist ini menjelaskan adab seorang penuntut ilmu kepada gurunya saat bermajelis.
  4. Hadist ini sangat penting untuk dipelajari karena mengajarkan tentang tingkatan agama salah satunya adalah Islam.
  5. Islam diibaratkan sebagai sebuah bangunan yang memiliki tiang pokok yang lima yang merupakan rukun Islam yaitu:
    1. Bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah.
    2. Menegakkan shalat.
    3. Membayar zakat.
    4. Puasa di bulan Ramadhan.
    5. Menunaikan haji ke Baitullah bagi yang mampu menuju ke sana.
  6. Seseorang tidak disebut berislam hingga ia mengimani lima rukun Islam yang ada. Maka dari itu wajib bagi umat Islam untuk melaksanakan rukun tersebut.

Kita berdoa, memohon kepada Allah agar dipermudah segala urusan kita, diistiqomahkan dalam agama Islam, dan meninggal dalam keaadan Islam.

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ.

“Ya Allah, Sang Pembolak-balik hati, balikkanlah hati kami untuk taat kepada-Mu.”

Baarakallahu fiikum

25 Rajab 1441 H

Penulis: Ummu Sufyan
Mahasiswi FPTK UPI

Artikel PanduanMuslimah.com

Muraja’ah: Ustadz Dr. Andy Octavian Latief, M.Sc.

Referensi:
1. Fathul-Qawiy al-Matiin fii Syarhi al-Arba’in wa Tatimmaatu al-Khamsiin karya Syaikh ’Abdul-Muhsin bin Hamad Al-’Abbaad Al-Badr hafizhahullah cetakan pertama Penerbit Darul Furqon.
2. Kajian Hadits Arba’in oleh Ust. Danni Nursalim, Lc hafizhahullah tahun 2017 di Wisma Udrussunnah Akhawat.
3. https://rumaysho.com/26-mengenal-tingkatan-islam.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *