Keutamaan Umrah di Bulan Ramadhan

Saat ini alhamdulillah dengan izin Allah kita dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah dan bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Sungguh beruntung bagi siapa saja yang Allah berikan kesempatan untuk bisa beramal di bulan Ramadhan. Tidak semua orang bisa bertemu dengan Ramadhan selanjutnya dan tidak semua orang bisa mendulang pahala dengan beramal shalih pada bulan Ramadhan meskipun Allah izinkan untuk bertemu dengannya. Banyak amalan khusus yang hanya bisa dilakukan ketika berada di bulan Ramadhan seperti berpuasa sebulan penuh, melaksanakan shalat tarawih, dan di dalam bulan ini pula terdapat malam yang sangat istimewa yaitu lailatul qadr.

Bulan Ramadhan juga bulan yang Allah puji dari bulan-bulan lainnya. Karena Allah memilih bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Di bulan ini juga setan-setan dibelenggu, pintu neraka ditutup serta pintu surga dibuka. Tentu semua orang akan mengusahakan untuk melakukan amalan terbaik selama bulan Ramadhan ini. Di antara amalan itu adalah melakukan umrah ke baitullah.

Umrah merupakan salah satu amalan yang sangat besar pahalanya dan tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk melaksanakannya. Sama halnya dengan bulan Ramadhan, banyak orang yang memang tidak Allah berikan kesempatan berupa waktu atau umur untuk melaksanakan ibadah umrah dan juga ada orang yang memang memiliki waktu untuk melaksanakannya namun Allah tidak menghendaki orang tersebut untuk mendapatkan pahala dari melaksanakan Umrah. 

Orang yang melaksanakan ibadah tersebut dianggap sebagai orang yang agung dan mulia karena Allah menyebut mereka dengan sebutan “tamu Allah”, dan seorang tamu wajib untuk dimuliakan. Allah mengundang mereka dan mereka memenuhi undangan tersebut, lalu ketika tamu Allah itu meminta saat haji atau umrah, maka Allah akan memberikan apa yang mereka minta.

Umrah bukan hanya tentang kemampuan berupa harta dan perbekalan yang seseorang miliki, bukan hanya tentang kondisi fisik yang prima sehingga bisa menjalankan ibadah dengan lancar, tetapi ada faktor utama di mana ketika faktor ini tidak ada maka seseorang tidak akan bisa melaksanakannya.

Selayaknya haji, hanya orang-orang yang memang Allah panggil menjadi tamuNya saja yang bisa melaksanakannya. Kita mendapati bahwa di sekitar kita banyak orang yang hartanya berlimpah, waktu luangnya amat banyak, kesehatannya sangat baik, namun tidak kunjung melaksanakan ibadah haji atau umrah karena memang Allah tidak memanggil mereka sebagai tamu Allah dan mereka tidak memenuhi panggilan tersebut. Sebagaimana dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ

Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri.” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Karena hanya orang-orang pilihan yang bisa melaksanakan ibadah tersebut, sungguh besar keutamaan melaksanakan ibadah umroh. Salah satu keutamaan dari umrah adalah jihad sebagaimana ibadah haji. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ».

“Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani.)

Umrah di bulan Ramadhan terasa jauh lebih istimewa dibandingkan ketika dilakukan di bulan lainnya karena umrah di bulan Ramadhan senilai dengan haji bersama Rasulullah. Sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada salah satu wanita Anshar:

“Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?”

Wanita tersebut menjawab, “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya — ditunggangi suami dan anaknya –. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut.” Lantas Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.(HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256)

Dalam lafazh Muslim disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.(HR. Muslim no. 1256)

Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku.(HR. Bukhari no. 1863)

Hadits di atas menunjukkan bahwa keutamaan berumrah di bulan Ramadhan adalah pahalanya setara dengan pahala berhaji bersama Rasulullah.

Namun harus dipahami di sini bahwa umrah di bulan Ramadhan tidak bisa menggantikan kewajiban berhaji. Sebagaimana yang diterangkan oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah, umrah di bulan Ramadhan mendapatkan keutamaan haji berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan maknanya bukanlah umrah Ramadhan bisa menggantikan haji. Orang yang berumrah di bulan Ramadhan masih punya kewajiban haji walau ia telah melaksanakan umrah Ramadhan, demikian pendapat seluruh ulama. Jadi, umrah Ramadhan senilai dengan haji dari sisi keutamaan dan pahala. Namun tetap tidak bisa menggantikan haji yang wajib. [Fatawa Nur ‘ala Darb, Syaikh Ibnu Baz]

Umrah merupakan cita-cita setiap muslim, terutama ketika melaksanakannya di bulan Ramadhan. Mengingat melaksanakan umrah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan khusus seperti yang Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sebutkan. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi tamuNya dan kita dimudahkan untuk memenuhi panggilan Allah tersebut. Hanya kepada Allah lah kami meminta dan memohon. Wallahua’lam.

Tangerang Selatan, 8 Ramadhan 1441H (1 Mei 2020)

Penulis: Ummu Sauda
Mahasiswi STEI ITB

Artikel PanduanMuslimah.com

Muraja’ah: Ustadz Dr. Andy Octavian Latief, M.Sc.

Referensi:

  1. https://rumaysho.com/2017-6-keutamaan-ibadah-haji.html
  2. https://rumaysho.com/1959-keutamaan-umrah.html
  3. https://rumaysho.com/2657-umrah-ramadhan-seperti-haji-bersama-nabi336.html
  4. Catatan pribadi penulis artikel dari kajian Ustadz Abu Haidar dengan judul Meniti Jalan Menuju Baitullah pada 4 November 2018 di Masjid Al-Ukhuwwah Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *