Adab Muslimah di Majelis Ilmu

Bismillahirrahmanirrahim…

Saudariku, sebagai seorang muslimah sekaligus penuntut ilmu, penting bagi kita memperhatikan adab-adab di majelis ilmu. Walaupun berada di balik hijab dan tidak terlihat oleh ustadz atau pengajar, muslimah tetap harus memperhatikan adab. Hal ini agar keberkahan ilmu bisa kita dapatkan dan dalam rangka untuk memuliakan ilmu. Diriwayatkan dari Ibnu Sirin rahimahullah, ia berkata, “Para sahabat dahulu mempelajari adab sebagaimana mereka mempelajari ilmu” [1]

Berikut ini beberapa hal yang dilakukan oleh muslimah ketika menghadiri majelis ilmu.

1. Luruskan niat sebelum menghadiri majelis ilmu

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa niat adalah pondasi dalam beramal, niat juga menentukan keikhlasan seseorang dalam menuntut ilmu.

2. Berusaha untuk hadir tepat waktu

Hal ini sebagai bentuk memuliakan majelis ilmu dengan menepati janji [2]. Sebagaimana terdapat dalam Surat Al-Isra ayat 34:

وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا

“Dan penuhilah janji. Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” [QS. Al-Isra,17 :34]

Selain itu agar tidak tertinggal materi dan lebih siap untuk menerima ilmu, juga sebagai bentuk menghormati ustadz atau pengajar yang kita hadiri majelisnya.

3. Mengikat ilmu dengan menuliskannya

Semakin banyak faidah yang ditulis, semakin banyak ilmu yang didapat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.” [Silsilah Ash-Shahihah No. 2026] [3]

Dengan mencatat, dapat membuat kita lebih fokus ketika mengikuti kajian dan membuat ingatan lebih kokoh, dan sikap ini menunjukkan perhatian terhadap ilmu serta memuliakan ilmu agama yang berkah ini. [3]

4. Memuliakan ilmu dengan menjaga ketenangan majelis

Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” [HR. Muslim, no. 2699] [4]

Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Pelajarilah ilmu dan pelajarilah ketenangan dan kewibawaan untuknya.” [5] Hal ini karena ketenangan adalah sifat penuntut ilmu.

5. Mendengarkan ilmu yang disampaikan

Allah berfirman dalan Surat Al-A’raf,

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan apabila Al-Qur’an dibacakan, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” [QS. Al-A’raf, 7: 204]

Bicara di majelis ilmu dapat mengganggu peserta yang lain, dan tentunya juga mengganggu ketenangan majelis. Jika merasa perlu untuk bertanya karena tertinggal satu atau dua pembahasan, sebaiknya tidak langsung ditanyakan ke teman saat itu juga, namun ditanyakan setelah pembahasan selesai. Hal ini agar tidak mengganggu konsentrasi teman yang sedang mencatat dan mendengarkan faidah, juga agar faidah yang kita dapatkan lebih sempurna.

6. Bersikap baik kepada sesama peserta kajian

Ketika di sudah berada di majelis, jika semua yang ada di ruangan itu adalah muslimah dan tidak ada sebab yang membuat kita perlu untuk menutup wajah, maka sebaiknya membuka cadar atau masker (kecuali bagi yang sakit). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَة

‎“Senyummu di hadapan wajah saudaramu adalah sedekah.” [HR. Tirmidzi]

Begitu juga berlaku untuk muslimah kepada saudarinya. Juga bersikap baik kepada saudari yang baru hijrah. Di antara hal yang membuat seseorang segan untuk hadir di majelis ilmu, salah satunya karena belum memakai gamis dan jilbab lebar. Sehingga apabila ada saudari yang baru hadir, hendaknya dirangkul agar mereka merasa diterima dan lebih tertarik untuk mempelajari ilmu syar’i.

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan muslimah di majelis ilmu. Begitu juga apabila menghadiri majelis ilmu bersama ustadzah atau pengajar wanita, hendaknya lebih memperhatikan adab. Dengan adab lah keberkahan ilmu bisa diraih. Semoga penulis dan pembaca diberi taufik oleh Allah untuk dapat mengamalkannya.

Wallahu a’lam.

Penulis: Ummu ‘Abdillah
Alumni FMIPA UNPAD
Mahasiswi SITH ITB

Artikel PanduanMuslimah.com

Muraja’ah: Ustadz Dr. Andy Octavian Latief, M.Sc.

Referensi:

[1] Hilyah Thalibil Ilmi. Bakr bin Abdullah Abu Zaid. Penerbit Al-Qowam.

[2] Tepat Waktu Saat Datang Kajian Agar Ilmu Berkah. Ustadz Raehanul Bahraen (https://muslimafiyah.com/tepat-waktu-saat-datang-kajian-agar-ilmu-berkah.html)

[3] Catatlah Ilmu Ketika di Majelis Ilmu. Ustadz Raehanul Bahraen (https://muslim.or.id/27761-catatlah-ilmu-ketika-di-majelis-ilmu.html)

[4] Ketenangan Jiwa dalam Majelis Ilmu. Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal (https://rumaysho.com/12717-ketenangan-jiwa-dalam-majelis-ilmu.html)

[5] Tadzkirotus Sami’ wal Mutakallim. Imam Badruddin Ibnu Jama’ah al-Kinani asy-Syafi’i. Penerbit Darul Haq.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *